Friday, 11 December 2015
Faktor Pemicu Seseorang Menjadi Gay
Faktor Pemicu Seseorang Menjadi Gay - Gay atau homoseksual adalah suatu kelainan yang berhubungan dengan hasrat seksual manusia atau individual laki-laki yang menyukai sesama jenis. Di tahun 2015, jumlah kaum gay di dunia makin meningkat, bahkan peningkatannya cukup signifikan.
Dilansir Viva Tekno, selama setahun belakangan ini sudah hampir
800.000 warga Amerika Serikat yang mengganti profil facebook menjadi gay. Mereka benar-benar menunjukan ketertarikan terhadap sesama jenis.
Di Indonesia sendiri, gay masih dianggap tabu, bahkan sangat tabu. Tidak seperti negara Amerika Serikat yang sudah mengizinkan pernikahan sesama jenis. Beberapa minggu belakangan sempat gencar diberitakan bahwa kota Depok, Indonesia diketahui memiliki angka perilaku seks menyimpang yang sangat tinggi.
Itu cukup membuktikan bahwa di Indonesia, jumlah gay atau penyuka sesama jenis semakin meningkat. Lalu apa sajakah Faktor Pemicu Seseorang Menjadi Gay ?
Mari simak..
1. Rasa Penasaran Yang Tinggi
Dalam beberapa kasus, seseorang yang menjadi gay itu biasanya berawal dari rasa penasaran yang tinggi terhadap dunia gay. Awalnya mungkin hanya membaca dari internet, koran, majalah bahkan obrolan dari orang lain. Nah dari beberapa faktor tersebut, tumbuhlah rasa penasaran dan keingin-tahuan tentang dunia gay.
2. Sebatas Coba-Coba
Selanjutnya adalah tindakan coba-coba yang biasanya para pelaku lakukan. Setelah tumbuh rasa keingin-tahuan tentang dunia gay, mereka'pun biasanya mencoba untuk masuk kedalam dunia 'biru' tersebut. Melakukan hal-hal yang berhubungan dengan dunia gay. Mulai dari hal biasa sampai ke tahap intim. Ini sangat berbahaya, karena akan menimbulkan kecanduan atau ketagihan.
3. Kurang Perhatian / Pengawasan Dari Orang Tua
Untuk semua orang tua, biasakanlah untuk memberi perhatian lebih pada anak. Bukan perhatian lebih semacam memberi uang jajan yang lebih atau memberikan banyak hadiah berharga miliaran. Melainkan perhatian berupa obrolan atau pertanyaan ringan seperti,
'Bagaimana harimu ? Apa menyenangkan ?'
'Hari ini melakukan kegiatan apa saja ?'
'Jangan terlalu banyak berselancar internet. Secukupnya saja.'
Itu akan membuat anak merasa diperhatikan oleh orang tua mereka. Perhatian kecil tersebut akan membuat anak terbiasa untuk terbuka tentang apa saja.
Ingat,
Jika kamu kurang perhatian atau pengawasan terhadap anak, mereka akan dengan bebas mengetahui berbagai macam informasi dari luar, tanpa menyaring semua informasi tersebut dengan benar.
4. Lingkungan Sekitar
Lingkungan tempat mereka tinggal atau bermain cukup mempengaruhi pola fikir dan perilaku di masa depan. Jika dari kecil sudah dibiasakan untuk terus-menerus bermain dengan anak perempuan, dan anak laki-laki tersebut merasa betah untuk bermain dengan perempuan dibanding dengan laki-laki, besar kemungkinan mereka bisa saja menjadi seorang gay, walaupun tidak semua yang sering bermain bersama perempuan akan menjadi gay.
Lingkungan yang terkesan bebas-pun membuat anak akan lebih bebas untuk melakukan sesuatu dan terbawa arus pergaulan bebas.
5. Korban Pelecehan Seksual Di Masa Lalu
Beberapa tahun terakhir, sangat banyak kasus pelecehan seksual yang terjadi di negara kita Indonesia. Entah itu pelecehan seksual terhadap wanita ataupun terhadap sesama jenis-lelaki. Biasanya para korban pelecehan seksual akan mengalami defresi dan trauma berkepanjangan, walaupun tidak semua.
Lalu, benarkah korban pelecean seksual khususnya sesama jenis, akan menjadi seorang gay atau pecinta sesama jenis ?
Saya tidak dapat menjawab dengan pasti. Namun ada kemungkinan seseorang yang mengalami pelecehan seksual, akan menjadi gay atau pecinta sesama jenis saat ia tumbuh menjadi sosok remaja. Itu bisa disebabkan karena faktor emosi atau niatan untuk balas dendam dengan cara salah.
Itulah beberapa Faktor Pemicu Seseorang Menjadi Gay. Intinya adalah, gay atau kaum pecinta sesama jenis juga manusia sama seperti manusia pada umumnya. Mereka sama-sama makhluk sosial yang mempunyai hati nurani, cinta, perasaan dan ketertarikan. Hanya saja orientasi seksual mereka yang berbeda. Jadi, selagi mereka tidak meng'ganggu, jangan menghakimi mereka secara tak manusiawi. Mereka butuh uluran tangan, bukan cacian.
Saya minta maaf jika ada pihak yang tersinggung atas postingan saya diatas. Karena postingan tersebut berdasarkan pemikiran dan juga pengamatan saya sendiri.
TOLONG BANTU SHARE !
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment